Change! Berubah!

Perubahan,

Orang bilang, satu-satunya yang tidak pernah berubah didunia ini adalah perubahan.

Apa itu perubahan? menurut saya adalah suatu proses dari keadaan satu ke keadaan yang lain, yang mengasilkan keadaan berbeda dengan yang sebelumnya. Atau istilah kerennya adalah transformation #halah.

Well, setiap perubahan pasti diiringi dengan perbedaan, perbedaan menunjukkan adanya perubahan. duh lieur nyak.

Kenapa bisa terjadi perubahan? *dalam hal ini lebih difokuskan kepada perubahan diri. Bisa jadi dalam rangka adaptasi atau pertahanan terhadap lingkungan, bisa jadi karena sudah tidak nyaman dengan keadaan yang dialami sekarang, bisa jadi mencari suasana dan perasaan baru, bisa jadi juga karena meninginkan yang lebih baik.

Setahun (lebih) terakhir, banyak hal yang berubah tertuma dalam hal pekerjaan.

Dimulai ketika negara api menyerang.

Lebih tepatnya diserang oleh yang namanya zona nyaman, yang lama kelamaan menjadi agak bosan. bisa jadi juga kebosanan itu sendiri diakibatkan kurangnya saya dalam usaha mengembangkan diri. Diantara kenyamanan di pekerjaan saya sebelumnya adalah: waktu kerja tidak sampai terlalu sore, pekerjaannya tidak selalu hectic (banyak santainya malah, bikin sempet nonton2 drama di kantor), cuti nya cukup mudah (asal tdk ada kerjaan cito dan cuti cuma sehari, tinggal sms bos hari H), kalau tidak punya cuti masih bisa izin walaupun jadinya potong gaji, ada kebijakan izin datang terlambat (berguna banget saat bangun kesiangan), dan izin pulang cepat (berguna banget kalo pas mau cuti liburan) 😀 Nah tidak heran dengan kenyamanan itu semakin membuaaayyy saya yang pada dasarnya senang berleha-leha dan menunda-nunda hingga akhirnya banyak kerjaan yang tertunda *jangan ditiru plis*. Mungkin ini hanya berlaku pada saya saja, karena tidak berinisiatif untuk lebih profesional dan mengembangkan diri T.T.

Pada puncaknya, saya merasa “begitu-begitu” saja, maka keluarlah saya dari pekerjaan itu, dan tidak hanya keluar dari kantor saya juga pindah dari Bandung setelah 5 tahun kembali ke rumah orang tua. Kemudian bekerja di bidang pekerjaan yang sangat berbeda sekali dengan kantoran yaitu ke ranah komunitas dan masyarakat. :3

Bagaimana jauh bedanya? Di pekerjaan ini saya lebih banyak berinteraksi dengan MANUSIA, dibadingkan dengan sebelumnya yang lebih banyak dengan DOKUMEN dan KOMPUTER, kemudian jam kerja yang secara teori memang lebih sedikit dalam sehari dibanding kantoran tetapi tetap tergantung dari JUMLAH PASIEN per hari yang semakin lama semakin buaanyaakk, tingkat stress lebih tinggi karena menghadapi berbagai macam pasien (dan karyawannya juga), tingkat tanggung jawab yang menurut saya lebih tinggi karena langsung untuk keadaan saat itu (live event), dan pada akhirnya tingkat kelelahan juga sangat jauh berbeda dibandingkan saat kantoran yang pekerjaannya lebih teratur. Dan yang penting juga, saya tidak bisa seenaknya CUTI seperti sebelumnya karena mengingat kemaslahatan orang banyak (T.T :D)

Kemudian pada puncaknya saya jadi sering harus dipijat karena keseringan capek, dan saya pun memikirkan bidang pekerjaan lain (lagi) yang belum pernah saya coba, yaitu mengajar. Namun, untuk dapat menjadi pengajar (read: dosen) saya harus melanjutkan pendidikan terlebih dahulu. Belajar lagi ini juga terdorong oleh telah terkikisnya pengetahuan dan ilmu-ilmu masa lampau yang jarang digunakan saat kantoran namun sangan dibutuhkan dalam pelayanan masyarakat (haduu kata-katanya meuni pabaliut ya).

Maka jadilah sekarang saya menempuh pendidikan lanjutan walaupun belum diketahui apakah nantinya saya diterima bekerja dibidang pendidikan dan mengabdi sebagai pengajar, atau kembali mengabdi pada masyarakat.

Nah, perubahan-perubahan ini terjadi, apakah karena saya kurang bersyukur dengan apa yang telah didapat? Atau saya yang tidak mampu beradaptasi dan mengembangkan diri pada bidang pekerjaan yang dijalani? atau hanya sebagai ajang untuk menghindari suatu rutinitas atau bahkan menghindari tanggung jawab? Pertanyaan-pertanyaan itu bertabrakan didalam pikiran saya, what is wrong? And, I don’t quite know the answers.


Bandung, 28 Mei 2016

NB, semoga tidak ada mantan rekan kerja atau mantan bos saya yang baca tulisan ini 

Advertisements
Categories: My Day | Tags: , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Change! Berubah!

  1. Pingback: Menjemput Hidayah – 1 | Lili Shafwatunnida

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: