Kenapa Share yang Lain Kalau Share Materi Agama Lebih Manfaat?

S_4823589558662

Kenapa harus malu berbagi materi agama? Bukankan berbagi materi agama itu termasuk dalam berbagi/mengajak kepada kebaikan? Terus kenapa harus malu? Berbagi kebaikan memiliki banyak keutamaan, diantaranya:

  1. Menjalankan Kewajiban Berdakwah

Allah Ta’ala berfirman dalam [QS ALi Imran: 110]:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”

dan dalam [Fushilat: 33]

” Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

dan pula dalam [QS: Luqman: 17]

“Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”

Para ulama memberikan kaedah bahwa kewajiban itu berkaitan dengan kemampuan, maka berdakwahpun menyesuaikan dengan kemampuan, bagikanlah yang kita ketahui (kebenaran dan dalil yang mendasarinya), ajaklah kepada kebaikan (apa-apa yang sesuai syariat Allah dan ajaran Rasulullah). Allah berfirman dalam [QS Al A’rof:42]:

Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya

(belajar) berdakwahpun harus dilandasi dengan IKHLAS dan ILMU, sehingga secara tidak langsung juga memotivasi diri untuk belajar ikhlas dan selalu menambah ilmu Syar’i, dengan harapan, dari sedikit ilmu yang telah diketahui dapat melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar ikhlas karena mengharap balasan dari Allah semata.

2. Menolong Agama Allah

Bukan diartikan sebagai Allah tidak mampu menjaga agamaNya, tetapi dengan kita ikut berjalan dalam jalan dakwah menyebarkan syiar Islam, maka kita juga menolong diri sendiri. Men-share materi agama termasuk dalam upaya menolong agama Allah (berdakwah), maka sebagaimana dalam [Qs Muhammad:7] Allah berfirman:

إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ
“Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu.” (QS. Muhammad: 7)

Pertolongan Allah itu sangat luas, baik di dunia dan terutama di akhirat.

3.  Al jaza’ min jinsil ‘amal, yaitu balasan sesuai dengan amal perbuatan.

Bahwasanya:

هَلْ جَزَاء الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ ٠
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). [QS Ar-Rahman :60]

Tidaklah seseorang yang berbuat kebaikan akan dibalas oleh kebaikan pula oleh Allah (pahala) entah di dunia, sebelum di akhirat. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?

“balasan sesuai dengan amal perbuatan” ini dijelaskan jika kita berbagi kebaikan atau mengajak kepada kebaikan maka akan mendapatkan pahala berbagi/mengajak, kemudian jika yang diajak melakukan kebaikan seperti ajakan kita maka kita mendapat pahala pula seperti pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala yang didapatkannya.
Dan sebaliknya, jika kita menyebarkan kemaksiatan, atau sesuatu yang tidak bermanfaat kemudian orang yang melihat menirunya maka kita mendapatkan dosa karena menyebar kemaksiatan dan mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang mengerjakan kemaksiatan karena postingan kita tersebut. Nauzubillah

4. Tabungan amal jariyah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Beberapa faedah dari hadist tersebut:
Pertama: Jika manusia itu mati, amalannya terputus. Dari sini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaklah memperbanyak amalan sholeh sebelum ia meninggal dunia.

Kedua: Allah menjadikan hamba sebab sehingga setelah meninggal dunia sekali pun ia masih bisa mendapat pahala, inilah karunia Allah.

Ketiga: Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:
a. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.
b. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.

Berbagi syiar Agama dan mengajak kepada kebaikan termasuk dalam hal ilmu yang bermanfaat, dan ingatlah apapun yang dikerjakan di dunia (termasuk posting di mesdsos) akan dimintai pertanggung jawaban. Mau jawab apa nanti kalau ditanya postingan sosmed di dunia? apa manfaatnya?

Bayangkan, jika postingan terakhir kita sebelum MATI (yang tidak tau kapan datangnya, bisa besok, atau lusa, atau kapanpun!) ternyata tidak bermanfaat untuk kita sendiri (di akhirat) atau untuk orang lain, atau bahkan posting terakhir malah kemaksiatan atau hal yang tidak diridhai oleh Allah, dosanya akan mengalir, belum lagi jika ada yang mengikuti maka mendapat dosa sebagaimana orang yang mengerjakannya pula. Dosa terus mengalir selagi terus terpampang dan orang-orang ikut terus mengerjakannya, sedangkan menambah amal shaleh sudah tak bisa lagi. Nauzubillah.

Nah, apabila kita terus Istiqamah berbagi kebaikan dan terus mengajak kepada kebaikan, semoga postingan sebelum mati kita juga tetap mengajak kepada kebaikan, sehingga tetap memberi manfaat dan (in syaa Allah) membantu di akhirat, dan sebagaimana dijelaskan dalam poin Al jaza’ min jinsil ‘amal, jika ada yang mengerjakan kebaikan seperti yang kita ajak kepadanya maka in syaa Allah kita mendapat pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya pula (tanpa mengurangi pahala orang tersebut). Pahala akan terus mengalir selagi (postingan) yang ditinggalkan tetap memberikan manfaat, dan selagi orang(-orang) yang diajak terus mengerjakannya, Maa Syaa Allah,. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

5. Salah satu penggugur dosa
Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

كل بن آدم خطاء وخير الخطائين التوابون

“Setiap anak Adam senantiasa melakukan dosa, dan sebaik-baik para pendosa adalah mereka yang senantiasa bertaubat” (HR At-Tirmidzi dari hadits Anas radhiallahu ‘anhu).

Termasuk penggugur dosa adalah memperbanyak kebaikan setelah melakukan keburukan dan berakhlak mulia.

Dari Mu’adz radhiallahu ‘anhu ia berkata ; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

اتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن

“Bertakwalah kepada Allah kapanpun dan dimanapun engkau berada, dan berbuatlah kebaikan setelah keburukan niscaya kebaikan tersebut akan menghapus keburukan tersebut, dan berakhlak yang mulialah kepada manusia”(HR At-Tirmidzi)

Wahai sahabat muslim, semangatlah kita untuk bersegera dalam melakukan kebajikan yang dimudahkan bagi kita, dan janganlah kita meremehkan kebaikan apapun, karena sesungguhnya kita tidak tahu bisa jadi kebaikan yang sedikit ini dialah yang memasukan kita ke surga.

Sungguh kemudahan yang diberikan oleh Allah, jika pahala yang terus mengalir selama yang diposting bermanfaat maka bersamanya berguguran pula dosa-dosa, bayangkan jika telah MATI dan sudah tidak bisa beramal apapun baik untuk menambah pahala maupun mengurangi dosa, maka berbagi kebaikan dan mengajak kebaikan melalui postingan yang memberi manfaat, maka pahalanya akan terus mengalir sedangkan dosa digugurkan, nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?

Sebaliknya jika meninggalkan “dosa jariyah” maka dosa terus mengalir sedangkan badan sudah tidak bisa lagi menambah amal, tobat pun sudah tak berguna jika ruh sudah kembali kepada pemiliknya.

6. Sebagai pengingat dan cambuk terhadap diri sendiri agar terus memperbaiki diri sehingga tidak termasuk ke dalam golongan orang munafiq.

Demikian postingan ini dibuat semata-mata untuk mengharap wajah Allah, semoga bermanfaat untuk saya sendiri dan orang yang membacanya, semoga dapat menjadi tabungan amal jariyah, menjadi usaha untuk menggugurkan dosa masa lalu yang tak terkira banyaknya, sekalipun kiranya tidak menghapus semua tapi berkurangnya dosa sedikitpun akan sangat berharga saat hari perhitungan kelak, dengan harapan mengurangi timbangan sebelah kiri saat yaumul haq.

Semoga Allah menerima Ikhtiyar saya dan selalu meneguhkan hati saya dan anda agar dapat selalu berjalan di jalan-Nya dan dapat selalu berbuat kebaikan. dan semoga Allah mengampuni dosa saya dan anda. aamiin

Mohon dikoreksi jika terdapat kekeliruan, kesalahan, salah kutip, salah bahas dan salah apapun dalam postingan ini. Saya sangat mengharapkan jika ada saran yang membangun. terima kasih.

Bandung, 27 Agustus 2016

Advertisements
Categories: Belajar Islam, My Day | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Kenapa Share yang Lain Kalau Share Materi Agama Lebih Manfaat?

  1. Mantaaab 👍👍👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: