Pasang Surut Keimanan

Kajian Rutin Selasa Pagi – Dari Kitab Asbabu Ziadatil Iman wa Nuqshanihi / Ustadz Abu Haidar As-Sundawy / Selasa, 23 Agustus 2016

Telah disebutkan di pertemuan-pertemuan sebelumnya bahwa sebab naiknya iman dapat diperoleh dengan:

  1. Ilmu yang bermanfaat
  • Membaca Al-Qur’an
  • Mengenal Allah melalui Asma wa Sifat –Nya
  • Membaca Sirah Nabawiyah
  • Memperhatikan Keindahan Islam
  • Membaca Sirah Sahabat dan para Salafus Shaleh
  1. Memperhatikan ayat-ayat kauniyah
  2. Bersungguh-sungguh beramal shaleh, jenis amalan:
  • Amalan hati
  • Amalan lisan
  • Amalan anggota badan

Akan dibahas mengenai AMALAN ANGGOTA BADAN

Termasuk dalam amalan anggota badan/fisik adalah 1) Berdakwah dan 2) Bermuamalah/bergaul dengan orang-orang shaleh.

  1. DAKWAH

Allah ta’ala berfirman dalam surah Al- Ashr (1-3),

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

Bahwa sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian dalam waktu (umur)nya, kecuali memilik 4 sifat, yaitu 2 sifat penyempurnaan diri sendiri dan 2 sifat penyempurna orang lain

  1. Dua sifat penyempurna diri sendiri yaitu Iman dan amal kebaikan (amal shaleh)

Iman yaitu iman yg lahir dari dari ilmu (syar’i). Semakin mendalam pengetahuan tentang yang di-Iman-i, maka keimanannya semakin kuat, semakin lebih cinta kepada Allah dan semakin taku kepada-Nya, juga semakin tawaqal kepada-Nya. Pengetahuan tentang Allah dan Syari’at-Nya itu berbanding lurus dengn keimanan seorang hamba.

Ilmu yang menghasilkan iman diikuti oleh amal shaleh sebagai penyempurna diri.

Konsekwensi dari belajar ilmu syar’i adalah memperbaiki diri sendiri dan orang lain. Mencari ilmu dengan niat menghilangkan kebodohan diri sendiri dan orang lain merupakan syarat terhindarnya dari kerugian.

  1. Dua sifat penyempurna orang lain, yaitu mengajak pada kebenaran dan mengajak kepada kesabaran

Ini adalah suruhan untuk berdakwah dan berdakwah sendiri merupakan penambah keimanan (untuk diri pendakwah dan yang didakwahi). Dakwah memanggil manusia kepada Allah termasuk elemen terbesar meningkatnya keimanan karena dakwah merupakan elemen eksternal (dari luar diri seseorang) yang dibutuhkan untuk peningkat keimanannya (seseorang butuh didakwahi untuk meningkatkan keimanannya)

 

Apa keutamaan berdakwah?

  1. Balasan disesuaikan dengan jenis amal (Al-Jaza’u min jinsil ‘amal)

Sebagaimana:

  • Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang menutupi kejelekan (aib) seorang muslim maka Allah ta’ala akan menutupi kejelekan (aib) nya.” (HR. Muslim)
  • Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang menolong kesusahan orang muslim, maka Allah ta’ala akan menolongnya dari kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari).
  • Beliau juga bersabda:“Barang siapa yang menyelamatkan orang dari kesusahan, maka Allah ta’ala akan menyelamatkannya dari kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)
  • Tolonglah orang yang membutuhkan pertolongan, maka kamu akan ditolong Allahta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah ta’ala menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya.” Beliau juga bersabda: “Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta’ala akan menolongnya.” (HR. Muslim)

Demikian pula berdakwah (suatu kebaikan) yang ikhlas dan didasarkan oleh ilmu. Berdakwah harus berdasarkan ilmu dan ikhlas sebagaimana Allah Azza wa Jalla memerintahkan Rasul-Nya untuk mengatakan, dakwah merupakan jalan Beliau, dengan firmanNya:

….قُلْ هَـذِهِ سَبِيْلِى أَدْعُواإِلَى اللهِۚ عَلَى بَصِيْرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِىۖ …
 “Katakanlah: “Inilah jalanku (agamaku). Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata (ilmu dan keyakinan)..” [Yusuf:108].

  1. Amalan penggugur dosa (merupakan al hasanat/kebaikan)

Sesungguhnya kebaikan itu menhapuskan keburukan (dosa)

Yang berdakwah dalam suatu majelis ilmu akan didoakan oleh malaikat beserta dengan pendengar dakwah tersebut. Majelis ilmu disebut sebagai taman-taman surga, dihadiri oleh malaikat dengan jumlah yang sangat banyak dan mereka bersalawat dan mendokan orang yang mengajarkan ilmu (berdakwah) dan para penuntut ilmu yang hadir mendengarkan.

Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim, no. 2699)

وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ

“Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridha pada penuntut ilmu.” (HR. Abu Daud, no. 3641; Ibnu Majah, no. 223; At-Tirmidzi, no. 2682.

Sehingga dosa-dosa yang berhadir dalam majelis ilmu tersebut berguguran, pahala bertambah, mendapatkan sakinah, hidayah. Dengan bergugurannya dosa maka keimanan juga bertambah.

Amalan-amalan kebaikan dapat menghapus keburukan, berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya)

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (Qs. Huud: 114).

  1. Bertambahnya pahala (apabila IKHLAS dan berdasarkan ILMU) yang tidak terhitung (oleh manusia)

Dari dakwahnya tersebut menyebabkan orang-orang diberi hidayah. Ibnu Majah meriwayatkan dari Muadz bin Anas dari ayahnya, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الْعَامِلِ

Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun”.

Maka yang berdakwah mendapatkan pahala dakwah dan pahala yang sama dengan orang yang mengamalkan tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Pahalanya mengalir seumur hidup bahkan sampai mati selama ilmu yang diajarkannya terus diamalkan, sebagai amal jariyah.

  1. Didoakan kebaikan oleh jamaah/pendengar dakwahnya, dan akan berefek kepada keimanannya.
  2. Dua faktor:
    •  Penghayatan pendakwah terhadap ilmu yang disampaikan berbeda dengan untuk keperluan sendiri, minimal dua kali penghayatan yaitu sebelum berdakwah (persiapan materi dll) dan ketika menyampaikan materi tersebut, hal ini dapat menambah kualitas keimanan
    • Dengan berdakwah maka akan bermujalasah/bergaul dengan para ahlul khair (ahli ibadah, ahli ilmu, ahli kebaikan) dan mengambil faidah darinya, baik ilmu mereka, akhlak mereka, saling mengingatkan, termotivasi.

 

“Berilah peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi kaum mukminin.” (Adz-Dzariyat: 55)

“Dan kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat) (8); oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat (9); Orang yang takut kepada (Allah) akan mendapat pelajaran (10); dan orang yang celaka akan menjauhinya (11)” (Al A’la : 8 – 11)

 

Tulisan dibuat berdasarkan catatan saat kajian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekeliruan dalam mengutip, dan lain-lain, mohon diberikan saran dan perbaikan. Jika ada dan kekeliruan dalam penulisan catatan ini maka murni kesalahan saya, ustadz Abu Haidar As-Sundawy terlepas darinya.

 

Semoga Bermanfaat.

Bandung, 29 August 2016

Advertisements
Categories: Belajar Islam, Catatan Kajian | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: