GHODUL BASHOR – Menjaga Pandangan –

GHODUL BASHOR – Menjaga Pandangan –

 

Ahad, 21 Agustus 2016

Masjid Al Ukhuwah, Jl. WastuKencara Bandung

Ustadz Abu Haidar A Sundawy

 

A. Definisi

 AL Godhu secara Bahasa mengandung arti:

Al Kafu – Menahan/menjaga <- aplikasi lebih luas

Al Kaftu – Menundukkan

Sehingga diartikan mengalihkan pandangan ke arah yang tidak ada padanya hal yg diharamkan oleh Allah untuk dilihat

Dalil mengenai menjaga pandangan dari AL-QUR’AN

  1. QS: An Nur 30 -31

“Katakanlah kepada laki-laki beriman: hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. “Katakanlah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya…….”

Disebutkan bahwa menjaga pandangan akan menghindarkan terjadinya dosa yang lebih besar yaitu zina yang umumnya di mulai dengan pandangan.

  • Memelihara pandangan, ini dari sebagian perkara (hanya sebagian yg pandangan harus dialihkan darinya)
  • Memelihara Faraj (kemaluan) , mutlak dari segala hal.

Pandangan merupakan awal mula dari tidak terpeliharanya faraj

  1. QS: Ghafir: 19

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”

Pengkhianatan mata:

  • Pandangan yang khianat yaitu pandangan kedua terhadap sesuatu yang diharamkan untuk dipandang (Imam Al Baghawi)
  • Seorang lelaki yang duduk dengan beberapa orang, tiba-tiba lewat seorang wanita, kemudian dia mencuri pandang kepadanya, namun ketika terilat oleh orang disekitarnya, dia menjaga pandangannya. Saat orang-orang tidak memerhatikannya, dia kembali melihat kepada wanita tersebut (Ibnu Abbas)

Ayat ini mengandung ancaman kepada yang matanya khianat, agar tidak terjerumus kepada dosa yang lebih besar yaitu perzinaan.

Pandangan – Khayalan – Langkah kaki – Zina

  1. QS Al Isra : 36

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya”

Semua akan ditanya tentang semua yang diiktiyarkannya di alam dunia, apa yang dipikirkan hati, apa yang didengarkan oleh telinga, dana pa yang dilihat oleh mata. Maka hendaklah setiap hamba menyiapkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Dalil mengenai menjaga pandangan dari Hadits Rasulullah

  1. Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
    إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ فِي الطُّرُقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجْلِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ قَالُوا وَمَا حَقُّهُ قَالَ غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ الْأَذَى وَرَدُّ السَّلَامِ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ
    “Hindarilah duduk-duduk di pinggir jalan!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah bagaimana kalau kami butuh untuk duduk-duduk di situ memperbincangkan hal yang memang perlu?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Jika memang perlu kalian duduk-duduk di situ, maka berikanlah hak jalanan.” Mereka bertanya, “Apa haknya?” Beliau menjawab, “Tundukkan pandangan, tidak mengganggu, menjawab salam (orang lewat), menganjurkan kebaikan, dan mencegah yang mungkar.”(HR. Muslim no. 2161)
  2. Dari Jarir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhu ia berkata :

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِيْ أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي

”Aku bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam dari pandangan tiba-tiba (tidak sengaja). Maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku

  1. Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu, Rasulullah bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim).

  1. Abu Daud no. 1551. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Do’a yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan agar kita bisa menjaga pandangan, pendengaran dan hati kita dari kejelekan dan maksiat adalah do’a,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii wa min syarri maniyyii” (Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, hati dan angan-angan yang rusak)

Doa ini memohon agar:

  • Jangan sampai aku mendengar apa-apa yang Engkau benci aku untuk mendengarnya
  • Jangan sampai aku melihat apa yang Engkau tidak ridhoi untuk aku melihatnya
  • Jangan sampai kau berbicara sesuatu yang Engkau murkai
  • Berlindung dari kejahatan hatiku (keyakinan yang rusak, pemahaman yang keliru)
  • Jangan sampai aku terjerumus dalam perzinaan
  1. Dari Abu Musa radhiyallahu‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِىَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِى زَانِيَةً ».

Setiap mata berzina dan seorang wanita jika memakai minyak wangi lalu lewat di sebuah majelis (perkumpulan), maka dia adalah wanita yang begini, begini, yaitu seorang wanita pezina”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih At Targhib wa At Tarhib 2019)

*begitu pula lelaki yang ‘merespon’ terhadap wangi tersebut juga berzina

  1. Dari Abu Ubaidah, Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda;

اضْمَنُوالِيسِتًّامِنْأَنْفُسِكُمْأَضْمَنْلَكُمْالْجَنَّةَ،اُصْدُقُواإذَاحَدَّثْتُمْ،وَأَوْفُواإذَاوَعَدْتُمْ،وَأَدُّواإذَااؤْتُمِنْتُمْ،وَاحْفَظُوافُرُوجَكُمْ،وَغُضُّواأَبْصَارَكُمْ،وَكُفُّواأَيْدِيَكُمْ

Jika kalian bisa menjamin enam hal, maka aku akan jamin kalian masuk surga: [1] Jujurlah dalam berucap; [2] tepatilah janjimu; [3] tunaikanlah amanatmu; [4] jaga kemaluanmu; [5] tundukkan pandanganmu; [6] dan jaga perbuatanmu.” (HR. Al Hakim:8066 dan Ibnu Hibban: 107)

*menjaga kemaluan: Tidak diperlihatkan, tidak dilampiaskan (syahwatnya)

*Jaga perbuatan (jaga tangan): tidak menyakiti, tidak mengganggu, tidak menzalimi orang lain

  1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda,

النَّظْرَةُ سَهْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ مَسْمُومَةٌ فَمَنْ تَرَكَهَا مِنْ خَوْفِ اللَّهِ أَثَابَهُ جَلَّ وَعَزَّ إِيمَانًا يَجِدُ حَلَاوَتَهُ فِي قَلْبِهِ

Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya” (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no. 7875).

 

Semua Mata akan menangis pada hari kiamat (karena penyesalan), Kecuali:

  • Mata yang ditundukkan dari hal-hal yang Allah haramkan
  • Mata yang terjaga karena tugas di jalan Allah
  • Mata yang mengeluarkan air mata karena takutnya kepada Allah

 

Perkataan Sahabat mengenai menjaga pandangan

  1. Abdullah Ibn Mas’ud: Memelihara pandangan lebih berat daripada memelihara lisan. Setiap kali ada pandangan maka setan pasti memainkan perannya
  2. Abdullah bin Abbas: Setan akan memainkan peran dalam menggoda laki-laki dalam: pandangan, hati, dan ketenarannya.

 

Ghodul Bashor menjadi salah satu syarat agar kita memiliki firasat yang tidak pernah salah, yaitu diantaranya:

  • Zhahir yang mengikuti Sunnah
  • Bathin muraqabah (merasa selalu diawasi oleh Allah)
  • Godhul Bashor
  • Memakan makanan yang halal
  • Menghindari yang haram
  • Menjaga diri dari Syahwat

B. Cara agar dapat Menjaga Pandangan

  1. Taqwa kepada Allah dan takut terhadap azab-Nya (QS Al Maidah: 100)

“Katakanlah: Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan”

  1. Menjauhi seruh sebag-sebab yang menyebabkan diumbarnya pandangan
  2. Melaksanakan syukur secara sebenarnya. Syukur yaitu menggunakan nikmat Allah (dalam hal ini mata) sesuai dengan kehendak Allah, maka mengumbar pandangan itu sama dengan kufur nikmat.
  3. Perbanyak puasa Sunnah
  4. Banyak berdo’a dan meminta pertolongan Allah Agar bisa menjaga pandangan.
  5. Bersahabatlah dengan orang-orang shaleh, ahli ibadah dan ilmu, dan menghindari pergaulan yang tidak baik
  6. Takut akan suul khatimah
  7. Segera menikah

C. Sebab tidak bisanya menjaga pandangan

  1. Mengikuti hawa nafsu, mengikuti langkah-langkah syaitan
  2. Bersandar pada sifat Allah Maha Pengampun, namun salah/gagal memahami aplikasi sifat Allah tersebut, sehingga tidak takut berbuat dosa
  3. Bodoh/jahil tentang akibat buruk dari memandang yang diharamkan
  4. Tidak menikah
  5. Terlalu banyak berinteraksi dengan lawan jenis
  6. Banyaknya wanita yang bertabarrujj di tempat umum
  7. Nusus dan durhakanya istri kepada suami
  8. Khalwat (berduaan) dan ikhtilat

 D. Akibat buruk mengumbar pandangan (bersambung 😀 )

 

 Bandung, 23 September 2016

Ditulis berdasarkan catatan saat menghadiri kajian, mohon dikoreksi apabila terdapat kekurangan,  kesalahan ketik, kesalahan kutip, dan lainnya. Kesalahan yang terdapat dalam tulisan ini murni dari saya, Ustadz Abu Haidar As Sundawy terlepas darinya. Diharapkan saran dan kritiknya jika dalam tulisan ini ada kesalahan atau kealpaan

Semoga bermanfaat

Advertisements
Categories: Belajar Islam, Catatan Kajian | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: